Internasional
Gempa Bumi Guncang Thailand, Sejumlah Korban dan Kerusakan Dilaporkan

Kemajuanrakyat.co.id – Bangkok, 14 Maret 2025 – Sebuah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang berpusat di Myanmar turut dirasakan di Thailand, menyebabkan kepanikan di berbagai daerah dan menimbulkan sejumlah kerusakan. Guncangan kuat ini terutama berdampak pada wilayah utara Thailand dan Bangkok, di mana beberapa bangunan mengalami kerusakan serius.
Gempa yang terjadi pada Jumat malam ini dirasakan di delapan provinsi di Thailand. Beberapa kota melaporkan kerusakan infrastruktur, sementara di Bangkok, gedung-gedung tinggi bergoyang hebat selama beberapa detik. Sejumlah warga terpaksa dievakuasi dari apartemen dan pusat perbelanjaan demi menghindari risiko lebih lanjut.
Salah satu insiden terparah terjadi di distrik pusat kota Bangkok, di mana sebuah gedung bertingkat yang masih dalam tahap konstruksi mengalami runtuh sebagian. Laporan awal menyebutkan enam orang meninggal dunia dan puluhan lainnya masih dalam pencarian.

Baca juga; Aksi Tolak RUU TNI Terus Belanjut, DPR Abai
Perdana Menteri Thailand, Paetongtarn Shinawatra, segera mengadakan rapat darurat untuk menanggapi bencana ini. Pemerintah menetapkan Bangkok sebagai zona siaga dan meminta warga untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.
“Kami sedang berkoordinasi dengan tim penyelamat untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal di area terdampak. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kami,” ujar Perdana Menteri dalam konferensi pers.
Sementara itu, Badan Meteorologi Thailand mengonfirmasi bahwa gempa ini merupakan dampak dari pergerakan lempeng di wilayah Myanmar, namun tidak berpotensi tsunami. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.
Beberapa warga Bangkok mengaku panik saat gempa terjadi. Leona Kelly, seorang guru asal Irlandia yang tinggal di ibu kota Thailand, menceritakan bagaimana dirinya dan murid-muridnya bergegas keluar dari gedung sekolah saat guncangan terjadi.
“Saya belum pernah merasakan guncangan sekuat ini sebelumnya. Semua orang berteriak dan berlarian keluar. Itu benar-benar menakutkan,” ujarnya.
Sementara itu, turis asal Amerika Serikat, Travis Leon Price, yang menginap di lantai 40 sebuah hotel, mengatakan bahwa ia harus segera turun menggunakan tangga darurat.
“Bangunan terasa bergoyang sangat kuat. Saya langsung mengambil barang-barang penting dan berlari ke bawah. Semua orang terlihat ketakutan,” ungkapnya.
Tim penyelamat telah dikerahkan ke berbagai titik terdampak untuk melakukan pencarian korban dan membantu warga yang terjebak di dalam bangunan. Bantuan internasional dari beberapa negara, termasuk China dan Korea Selatan, juga mulai berdatangan untuk mempercepat proses evakuasi serta pemulihan pascabencana.
Rumah sakit di daerah terdampak telah bersiap menerima korban luka-luka, sementara tempat penampungan darurat telah disediakan bagi warga yang rumahnya rusak akibat gempa.
Hingga saat ini, tim penyelamat masih bekerja untuk mengevakuasi korban di lokasi-lokasi terdampak. Pemerintah Thailand mengimbau masyarakat untuk tetap berada di area terbuka jika memungkinkan dan menghindari penggunaan lift di gedung bertingkat hingga situasi benar-benar aman.
Gempa ini menjadi pengingat betapa pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana alam. Dengan koordinasi yang cepat antara pemerintah, tim penyelamat, dan masyarakat, diharapkan dampak gempa ini dapat diminimalkan seefektif mungkin.
Internasional
Virus HMPV Menyebar Cepat di China
Kemajuanrakyat.co.id – China saat ini kembali menghadapi masalah kesehatan karena lonjakan kasus infeksi virus HMPV atau Human Metapneumovirus
Diberitakan bahwa virus HMPV ini dikenal memicu gejala seperti flu berat dan adanya infeksi pada saluran pernapasan yang cukup serius. Namun virus ini lebih rentan menyerang kelompok anak-anak dan lansia.
Ada beberapa pihak yang mengkait-kaitkan virus HMPV ini sama dengan COVID-19. Sebab gejala dari virus ini menunjukan kemiripan yang sama dengan COVID-19 yaitu flu, batuk, pilek, demam dan juga sesak napas. Dalam kategori berat, virus ini dapat menyebabkan komplikasi seperti bronkitis atau pneumonia.
Adapun beberapa pakar menyebutkan bahwa virus HMPV ini bukan merupakan virus varian baru. Virus ini untuk pertama kalinya dilaporkan di jurnal ilmiah Belanda pada juni 2021. Selain itu juga ditemukan laporan mengenai temuan di berbagai negara seperti Norwegia, Rumania, Jepang.

Baca juga; Resmi Berlaku PPN 12 Persen Khusus Untuk Barang dan Jasa Mewah
Sejumlah ilmuan bahkan memperkirakan bahwa sebelumnya virus ini resmi dilaporkan di 2001 dengan kata lain virus HMPV sudah ada puluhan tahun silam.
Selain itu juga, HMPV ternyata memiliki kaitan dengan AMPV atau Animal Metapneumovirus atau yang dulu dikenal dengan sebutan Turkey Rhinotracheitis Virus atau TRTV. Dimana diketahui virus ini sudah ditemukan sejak tahun 1978 silam di Afrika Selatan, para pakar juga menyebutkan HMPV muncul akibat adanya semacam evolusi dari AMPV sub tipe C.
Namun hingga saat ini pihak pemerintahan China belum mengeluarkan pemberitahuan soal stae of emergency atau keadaan darurat. Hanya saja pemerintah China telah mengeluarkan beberapa rekomendasi untuk membendung penyebaran HMPV dan penyakit pernapasan lainnya.
Rekomendasi tersebut meliputi agar masyarakat menggunakan masker di tempat yang ramai, menjaga jarak sosial, mencuci tangan sesering mungkin dan menghindari tempat ramai sebisa mungkin.
Pihak pemerintah Indonesia sendiri juga terus memantau perkembangan situasi HMPV di China serta beberapa negara lainnya. Antisipasi yang dilakukan yakni meningkatkan kewaspadaan di pintu masuk negara termasuk karantina kesehatan bagi pelaku perjalanan Internasional yang menunjukan gejala influenza like illness (ILI).
Internasional
Dua Korban Selamat Jeju Air di Hujat Oleh Warganet Korsel
Kemajuanrakyat.co.id – Dua pramugari pesawat mau boing 737-800 Jeju Air yang dinyatakan selamat yaitu, Lee (30) dan Koo (20-an) dilaporkan mendapatan hujatan dan tekanan dari warganet Korsel.
Bukan hanya itu saja, berita yang dilangsir dari akun Instagram @nowdots memberitakan bahwa publik Korea Selatan mendorong kedua pramugari yang selamat tersebut untuk mengakhiri hidup mereka sendiri.

Menurut publik Korea Selatan bahwa cara tersebut sudah pantas dilakukan oleh kedua pramugari tersebut wujud dari rasa tanggung jawab moral atas meninggalnya 179 penumpang Jeju Air.
Warganet Korea Selatan menilai para pramugari yang selamat tersebut hanya fokus menyelamatkan diri mereka sendiri tanpa memperhatikan keselamatan para penumpang yang lain.
Diketahui bahwa Lee merupakan pramugara yang selamat dari insiden tersebut. Lee juga telah mendapatkan perawatan intensif karena mengalami patah tulang, namun saat ini ia sudah dalam kondisi sadar dan sudah bisa berkomunikasi dengan para staf medis.

Baca juga; Zhao Lusi: Ratu Drama China Viral Perihal Alami Gejala Afasia
Sementara Koo yang merupakan seorang pramugari di beritakan mengalami cedera pada pergelangan kaki dan juga kepalanya.
Fenomena ini juga mencermikan tingginya budaya perundungan di Korea Selatan, seperti yang juga dijelaskan dalam akun Facebook USS Missaori Rebuild.
Memang sudah sejak lama Korea Selatan dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat bullying tertinggi di Asia.
Alasan kedua pramugari tersebut bisa selamat dari tragedi tersebut dikarenakan mereka duduk di bagian belakang pesawat yang secara statistik merupakan tempat teraman untuk berada di pesawat komersial.
Kecelakan ini terjadi ketika pesawat menabrak kawanan burung dan menyebabkan mesin mati. Kemudian pesawat berhasil mendarat tanpa roda depan hingga harus keluar dari landasan pacu dan menabrak dinding pembatas hingga pesawat terbakar.
Namun selain itu, ada sejumlah warganet Korsel yang menghina keluar korban atas insiden kecelakan pesawat Jeju Air tersebut.
Media lokal, Yonhap melaporkan Knetz yang saat ini indentitasnya belum di ketahui karena menghina keluarga yang sedang berduka dengan mengunggah sebuah postingan dengan judul “Hanya keluarga duka Bandara Muan yang mendapat rejeki nomplok” atas kejadian ini.
Unggahan tersebut tentunya dinilai mengejek para keluarga korban yang sedang berduka, selain itu Knetz juga mengatakan “Saya yakin mereka akan senang menerima uang kompensasi.”
Saat ini, pihak kepolisian telah bekerjasama dengan operator komunikasi online untuk melakukan indentifikasi siapa pengunggah ejekan dan hinaan tersebut. Polisi juga berencana untuk menyelidiki dan menindak mereka yang mengejek para korban bencana meskipun tanpa ada laporan dari para korban.
Internasional
Reynhard Sinaga Predator Seksual Diserang Didalam Penjara Inggris
Kemajuanrakyat.co.id – Reynhard Sinaga, seorang predator seks yang telah dihukum dan menjalani masa hukumannya di penjara Inggris.
Reynhard Sinaga saat ini telah berusia 41 tahun, seperti dilangsir oleh media lokal Inggris, The Sun dan The Standard bahwa Reynhard diserang oleh sesama narapidana.
Ia nyaris mengalami cidera serius pada serangan yang terjadi didalam penjara HMP Wakefield, tindakan tersebut diduga telah direncanakan sebelumnya oleh sesama narapidana.
Tindakan penyerang tersebut terjadi saat Reynhard menjalani masa hukuman penjara seumur hidup dengan hukuman minimal 40 tahun di penjara HMP Wakefield.
Dia dihukum penjara seumur hidup oleh pengadilan Manchester pada Januari 2020 lalu, setelah dinyatakan telah terbukti bersalah dalam 159 kasus pemerkosaan dan serangan seksual terhadap 48 korban pria.

Baca juga; Yasonna Laoly Mantan Menkumham Penuhi Panggilan KPK Kasus Harun Masiku
Hakim Suzanne Goddard saat menjatuhkan putusan pada saat itu, menganggap Reynhard sebagai “predator seksual setan” yang tidak akan pernah aman untuk dibebaskan.
Reynhard dikabarkan hampir mengalamai luka dan cidera sirus dalam penyerangan tersebut yang dimana berhasil dihentikan oleh sipir penjara.
“Reynhard Sinaga itu arogan dan dibenci oleh semua orang. Dia juga dijadikan target yang jelas disebabkan karena kejahatan yang dilakukannya,” disampaikan oleh seorang sumber yang memahami insiden penyerangan yang terjadi pada saat itu.
“Dia nyaris dalam bahaya yang sangat serius. Dia dalam bahaya,” disebutkan oleh sumber tersebut.
Narapidana yang telah menyerang Reynhard Sinaga bernama Jack McRae, dia mana ia diberikan tuduhan berupaya memicu cedera tubuh parah terhadap Reynhard dalam tindakan penyerangan yang terjadi didalam penjara HMP, Wakefield, West Yorkshire.
Mcrae diketahui berusia 32 tahun telah dihadirkan dalam persidangan di Pengadilan Leeds via Video Link dari HMP Frankland tempat ditahanya saat ini.
Dia didakwa atas percobaan menyebabkan cedera tubuh yang serius terhadap orang lain, atau disebut grievous bodily harm (GBH) di Inggris.
Didalam persidangan perdana itu, McRae tidak mengajukan pembelaan apa pun untuk perbuatannya terhadap Reynhard.
Mcrae juga disebut melakukan penyerangan terhadap sejumlah narapidana lainnya, termasuk narapidana kasus pemerkosaan anak.
Setelah persidangan perdana selesai digelar, pengadilan memerintahkan McRae untuk menghadiri sidang lanjut pada 16 Januari yang akan datang.
-
Hukrim7 months ago
Penjajahan PT MSAM Di Lahan Masyarakat Pulau Laut Tengah Kotabaru Harus Diusir
-
Hukrim7 months ago
PT MSAM Joint PT Inhutani II Membabat Habis Makam Pejuang 45
-
Lifestyle5 months ago
Roy Suryo Dalang Dibalik Fufufafa, TikToker Intan Srinita Bongkar Kebenaran
-
Hukrim7 months ago
Masyarakat Pulau Laut Berharap Bupati dan DPRD Kotabaru Mengusir “Penjajah”
-
Hukrim7 months ago
Sunan Bi’ek Haulan Yang Ke 20 Tahun Dirayakan Di Desa Mekarpura Pulau Laut Tengah
-
Entertainment7 months ago
Heboh Video 7 Menit, Teguh Suwandi Collab Dengan Msbreewc di Hotel
-
Hukrim7 months ago
PT MSAM Mengukur Lahan Masyarakat Untuk Membuat Sertifikat Global
-
Selebriti3 months ago
Fico Fachriza, Adik Ananta Rispo Pinjam Uang ke Sejumlah Artis