Connect with us

Berita

Ahok Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Korupsi di Pertamina

Published

on

Kemajuanrakyat.co.id – Basuki Tjahaja Purnama atau yang lebih dikenal sebagai Ahok, menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Kamis, 13 Maret 2025. Mantan Komisaris Utama PT Pertamina ini dimintai keterangan terkait dugaan korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada periode 2018-2023.

Pemeriksaan Selama Berjam-jam

Ahok tiba di Gedung Bundar Kejagung sekitar pukul 08.35 WIB dan baru keluar sekitar pukul 18.27 WIB. Pemeriksaan yang berlangsung hampir sepuluh jam ini berfokus pada tugas dan fungsinya selama menjabat di Pertamina, terutama dalam mengawasi impor dan ekspor minyak mentah serta produk kilang.

Dalam keterangannya kepada media, Ahok mengaku terkejut dengan banyaknya data yang dimiliki oleh Kejagung. “Saya hanya tahu sekaki, mereka sekepala,” ujarnya, mengisyaratkan bahwa Kejagung memiliki informasi yang jauh lebih luas daripada yang ia ketahui selama menjabat.

Fokus Pemeriksaan dan Dugaan Korupsi

Juru bicara Kejagung, Harli Siregar, menjelaskan bahwa pemeriksaan Ahok bertujuan untuk menggali perannya dalam pengambilan keputusan di Pertamina, terutama yang berkaitan dengan pengelolaan minyak mentah. Kejagung menduga adanya praktik korupsi yang merugikan negara dalam proses impor dan ekspor tersebut.

Sebelumnya, Kejagung telah menetapkan sembilan tersangka dalam kasus ini, termasuk mantan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan. Ahok sendiri belum berstatus tersangka dan hadir sebagai saksi dalam penyelidikan yang sedang berlangsung.

Ahok Diperiksa 12 Jam Soal Korupsi Pertamina, Kejagung

Ahok Minta Mantan Dirut Patra Niaga Juga Diperiksa

Selain memberikan keterangan, Ahok juga menyoroti peran pejabat lain yang menurutnya perlu diperiksa lebih lanjut. Salah satu yang disebutnya adalah mantan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Alfian Nasution. Menurut Ahok, posisi Alfian sangat strategis dalam pengambilan keputusan terkait impor dan ekspor minyak selama periode yang diselidiki.

Baca juga; Sri Mulyani Mundur dari Menteri Keuangan Prabowo

Komitmen Kejagung dalam Pengusutan Kasus

Kejagung menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendalami kasus ini dan mengumpulkan bukti lebih lanjut. Sejumlah dokumen penting terkait transaksi minyak mentah dan produk kilang masih dalam proses penyelidikan.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut pengelolaan energi nasional dan potensi kerugian negara yang besar. Pemeriksaan terhadap Ahok dan pejabat terkait lainnya diharapkan dapat memberikan kejelasan dalam pengusutan kasus dugaan korupsi di Pertamina.

Ahok telah menjalani pemeriksaan maraton di Kejagung terkait dugaan korupsi dalam tata kelola minyak mentah di Pertamina. Meskipun masih berstatus saksi, keterangannya dapat menjadi kunci dalam mengungkap skema yang merugikan negara. Kejagung berkomitmen untuk terus mengusut kasus ini hingga tuntas.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita

Banjir Jakarta Meluas Hingga Rendam 34 RT

Published

on

Kemajuanrakyat.co.id – Banjir Jakarta meluas dan merendam sebanyak 34 rukun tetangga (RT) yang dinyatakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta.

Sebagai Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengatakan jumlah RT yang terendam terus bertambah.

“Pada jam 09.00 WIB banjir menggenangi 29 RT, data terakhir jam 10.00 WIB 34 RT,” ungkap Yohan.

Dia menjelaskan, hujan dengan intensitas tinggi sejak Senin (17/3) malam hingga Selasa dini hari tadi telah menyebabkan meluapnya Sungai Ciliwung dan Kali Angke yang memperburuk kondisi banjir di beberapa titik.

Banjir Jakarta Meluas Hingga Rendam 34 RT
Banjir Jakarta meluas akibatkan warga harus di evakuasi

Baca juga; Tiga Polisi Tewas Ditembak Oleh TNI Saat Grebek Sabung Ayam

Titik Banjir Jakarta Meluas Dibeberapa Wilayah

Banjir merendam permukiman warga di tiga wilayah Jakarta, dengan ketinggian air bervariasi.

Di Jakarta Selatan, jumlah RT terdampak meningkat dari 4 menjadi 11 RT yang tersebar di tiga kelurahan, yaitu Pejaten Timur, Rawajati, dan Cipulir.

Kawasan ini berada di bantaran Sungai Ciliwung, dengan ketinggian air antara 40 sentimeter hingga 1,9 meter.

Sementara itu, Jakarta Timur menjadi wilayah dengan jumlah RT terdampak paling banyak, yakni 21 RT di tujuh kelurahan.

Banjir terjadi di Lubang Buaya, Bidara Cina, Kampung Melayu, Balekambang, Cawang, Cililitan, dan Cipinang Malayu.

Ketinggian air bervariasi antara 30 sentimeter hingga 2,5 meter, dengan titik terdalam berada di Cililitan.

Di Jakarta Barat, banjir terjadi di dua RT di Kelurahan Rawa Buaya. Dimana ketinggian air di wilayah ini mencapai 35 sentimeter.

Diketahui bahwa upaya penanganan banjir Jakarta meluas terutama di Jakarta Timur, BPBD mengerahkan 30 personel untuk memantau dan menangani banjir di wilayahnya.

Mereka bersiaga di titik-titik rawan untuk memastikan kesiapan evakuasi jika diperlukan.

“Kami telah menyiagakan 30 personel yang sudah ada di setiap titik rawan banjir untuk bersiap-siap jika memang ada yang harus dievakuasi,” kata Kepala Satgas Korwil BPBD Jakarta Timur, Sukendar.

Selain itu, BPBD DKI jakarta juga berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) untuk melakukan penyedotan air.

Lurah dan camat di wilayah terdampak juga dikerahkan untuk membantu penanganan.

“Semua alat evakuasi dan personel sudah ada di setiap titik, jadi pasti bersiaga,” ujar Sukendar.

Continue Reading

Berita

Puncak Musim Kemarau 2025, BMKG Prediksi Terjadi pada Juni-Agustus

Published

on

Puncak Musim Kemarau 2025, BMKG Prediksi Terjadi pada Juni-Agustus

Kemajuanrakyat.co.id – Dikabarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau 2025 akan terjadi pada bulan Juni, Juli, dan Agustus.

Sementara pada awal musim kemarau 2025 di sebagian besar wilayah diprediksi terjadi pada periode yang sama hingga mundur dibandingkan dengan kondisi normal.

Plt. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menyampaikan jika dibandingkan terhadap rerata klimatologinya pada periode 1991-2020), maka awal musim kemarau 2025 di Indonesia diprediksi terjadi pada periode waktu yang sama.

Dimana normalnya pada 207 zom (30%), mundur pada 204 zom (29%), dan maju pada 104 zom (22%).

Dwikora juga menjelaskan, wilayah yang mengalami awal musim kemaraunya diprediksi sama dengan normalnya yaitu Sumatera, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Gorontalo dan Sulawesi Utara, sebagian Maluku serta sebagian Maluku Utara.

Sedangkan, wilayah yang diprediksi akan mengalami awal musim kemarau yang mundur atau datang lebih lambat dibandingkan dengan normalnya, adalah Kalimantan bagian Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, di Sulawesi, sebagian Maluku Utara dan Merauke.

“Puncak musim kemarau yang terjadi di 2025 di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi terjadi pada Juni, pada Juli dan pada Agustus 2025,” ujarnya.

Puncak Musim Kemarau 2025, BMKG Prediksi Terjadi pada Juni-Agustus
BMKN memprediksi puncak dari musim kemarau 2025 akan terjadi pada bulan Juni, Juli, dan Agustus

Baca juga; Ahok Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Korupsi di Pertamina

Fenomena Iklim Global dalam Musim Kemarau 2025

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan bahwa dinamika atmosfer dan laut menunjukan transisi fenomena La Nina menuju fase El Nino Southern Oscillation (ENSO) Netral pada awal Maret 2025.

Di Samudra Hindia, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) juga berada dalam fase netral. Kedua fenomena ini diprediksi tetap netral sepanjang musim kemarau 2025.

“Karena tidak adanya dominasi iklim global seperti El Nino, La Nina, dan IOD sehingga prediksi kami iklim tahun ini normal dimana musim kemarau tahun 2025 cenderung mirip dengan tahun 2024,” ujar Ardhasena.

BMKG juga mengimbau berbagai sektor seperti perani disarankan menyesuaikan jadwal tanam, memilih varietas tahan kekeringan, dan mengoptimalkan pengelolaan air.

Sektor kebencanaan, wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diminta meningkatkan kesiapsiagaan untuk mencegah dampak buruk.

Continue Reading

Berita

Pembongkaran Hibisc Fantasy Puncak Bogor Oleh Dedi Mulyadi

Published

on

Pembongkaran Hibisc Fantasy Puncak Bogor Oleh Dedi Mulyadi

Kemajuanrakyat.co.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan intruksi untuk melakukan pembongkaran Hibisc Fantasy pada Kamis (6/3/2025).

Pembongkaran Hibisc Fantasy Puncak dilakukan karena tempat wisata tersebut dianggap melanggar izin mengelola lahan.

“Kita bongkar karena menimbulkan problem bagi lingkungan. Saya tidak segan, walaupun ini PT BUMD milik Provinsi Jawa Barat,” ujar Dedi.

“Ini untuk memberi contoh. Siapapun yang melanggar harus ditindak, meskipun itu lembaga bisnis milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” lanjutnya.

Pengembang wisata itu dimiliki oleh PT Jaswita Lestari Jaya (JLJ) dimana PT tersebut merupakan anak usaha PT Jaswita Jabar (Perseroda).

Perseroda merupakan BUMD dimana saham perusahaan ini 100 persen dimiliki oleh Pemprov Jawa Barat.

Mengutip laman resmi PT Jaswita Jabar, PT JLJ didirikan pada tahun 2018 dengan modal dasar Rp 60 miliar.


Perusahaan ini berkantor pusat di Graha Jaswita Jalan Lengkong Besar Nomor 135 Bandung. Gedung ini juga dijadikan kantor pusat perusahaan induknya, BUMD PT Jaswita Jabar.

Pembongkaran Hibisc Fantasy Puncak Bogor Oleh Dedi Mulyadi
Sejumlah warga menyaksikan pembongkaran Hibisc Fantasy Puncak Bogor

Baca juga; Mayor Teddy Naik Pangkat Satu Tingkat Jadi Letkol

Apa itu Hibisc Fantasy Puncak Bogor?

Hibisc Fantasy Puncak berlokasi di Tugu Selatan, Puncak, Cisarua, Bogor, Jawa Barat, dan resmi dibuka pada 11 Desember 2024.

Harga tiket masuk Hibisc Fantasy mulai dari Rp 40.000 per orang untuk jalur reguler, serta Rp 90.000 per orang untuk tiket terusan.

Terdapat 21 pilihan wahana di Hibisc Fantasy Puncak, di antaranya Bianglala, Flying Bee, Kora-kora, Istana Balon dan Kolam Renang, dan Rumah Hantu.

Target Pembongkaran Hibisc Fantasy Selesai Sebelum Lebaran

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi menargetkan pembongkaran bangunan tak berizin di kawasan wisata Hibisc Fantasy rampung sebelum lebaran.

“Kalau saya ingin sebelum lebaran sudah selesai. Tetapi kan prosedur hukum berjalannya berapa lama, kita tunggu keputusan Kementerian Lingkungan Hidup,” kata Dedi.

Untuk saat ini, Dedi mengatakan pihaknya berfokus pada 25 bangunan yang tak sesuai izin di kawasan Hibisc, termasuk pada area yang bukan peruntukannya.

Ke depannya, dia menyebut akan melakukan evaluasi atas perizinan bangunan. Sehingga hal serupa tak terulang kembali.

Langkah investigasi juga dilakukan agar penindakan yang dilakukan pemerintah sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Iya kita evaluasi, kita investigasi dan tentunya prosedur hukumnya harus ditempuh. Kita kan tidak mungkin melakukan tindakan melawan hukum tuturnya.

Continue Reading

Trending