Berita
Malam Suram Garuda: Narasi Lengkap Duel Indonesia vs Jepang di Suita

Kemajuanrakyat.co.id – Hujan tipis membasahi Panasonic Stadium Suita ketika wasit Janny Sikazwe meniup peluit pertama Indonesia vs Jepang, Selasa malam (10 Juni 2025). Di tribun timur, suporter Merah-Putih membentangkan spanduk “Bring Back the Dream”, sedangkan ribuan Samurai Blue menyalakan lampu ponsel membentuk lautan biru berpendar. Aura tegang ini menjadi pembuka tragedi enam gol yang akhirnya mewarnai duel Indonesia vs Jepang—pertandingan putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona AFC yang akan terus diingat pendukung kedua negara.
Baca juga: Aragon MotoGP 2025: Drama Marquez Bersaudara di MotorLand
Atmosfer Panas di Laga Penting Grup C antara Indonesia vs Jepang
Sejak menit pertama, tuan rumah menekan tinggi. Pressing tiga pemain depan—Kubo, Machino, Kamada—mencekik build-up Thom Haye dan Jordi Idzes. Garuda dipaksa bermain direct; setiap long-ball cepat dipatahkan oleh aerial duel Ko Itakura dkk. Statistik akhir mencatat 71 % penguasaan bola Jepang, sedangkan Indonesia hanya 29 %.
Gol Cepat yang Mengubah Dinamika Indonesia vs Jepang
- 15′ Daichi Kamada menanduk umpan silang Shunsuke Mito; Emil Audero hanya bisa menatap bola bersarang.
- 19′ Takefusa Kubo menegaskan dominasi: tembakan first-time kaki kiri ke sudut atas.
- 45+6′ Kamada lagi-lagi menghukum lini belakang Garuda setelah kemelut di mulut gawang.
Tiga gol dalam setengah jam pertama membuat pemain Indonesia kelihatan kehilangan arah. Yakob Sayuri, yang diplot sebagai wing-back kanan darurat setelah Kevin Diks cedera, beberapa kali terlihat mengangkat tangan meminta bantuan rekan setim.
Pergantian & Taktik: Mengapa Garuda Tetap Terperangkap?
Pelatih Pieter Kluivert memasukkan Marcelino Ferdinan dan Ricky Kambuaya untuk menambah tenaga lini tengah, namun struktur 5-4-1 Indonesia terlalu dalam. Blok rendah ini membuka ruang di half-space; Jepang berganti membangun dengan 2-3-5, memanfaatkan overload di sisi kiri pertahanan Garuda. Hasilnya:
- 55′ Ryoya Morishita mencongkel bola di antara dua bek; skor 4-0.
- 58′ Shuto Machino memanfaatkan through-pass Kubo; skor 5-0.
- 80′ Mao Hosoya, pemain pengganti, menutup pesta lewat tap-in.
Total 844 operan berhasil Samurai Blue—tiga kali lipat umpan Indonesia—menjadi bukti betapa rapinya orkestrasi Hajime Moriyasu.
Dampak Kekalahan Indonesia vs Jepang terhadap Peluang Garuda
Meski skor mencolok, klasemen Grup C masih menyimpan harapan. Indonesia tertahan di peringkat empat dengan 12 poin, terpaut satu kemenangan di bawah Arab Saudi (13 poin). Tiga laga sisa: vs Bahrain (kandang), vs China (kandang), dan tandang krusial ke Australia. Garuda wajib sapu bersih enam poin kandang dan mencuri setidaknya satu poin di Sydney agar menjaga asa play-off antarkonfederasi.
Reaksi Usai Laga Indonesia vs Jepang
- Pieter Kluivert: “Kami kalah bukan pada semangat, melainkan pada struktur posisi. Pemain belajar mahal malam ini.”
- Emil Audero: “Lini belakang dan saya harus bicara jujur; koordinasi set-piece harus dibenahi sebelum Bahrain.”
- Takefusa Kubo: “Ini contoh disiplin kolektif Jepang; kami tak mau lengah meski sudah unggul cepat.”
Di media sosial, tagar #GarudaBangkit menyalip #SamuraiBlue dalam satu jam selepas peluit akhir—tanda publik masih memberi dukungan meski kecewa.
Pelajaran Taktis dari Kekalahan 0-6 Indonesia vs Jepang
- Distribusi di Fase Transisi
Indonesia kerap terperangkap di zona satu karena full-back terlalu rendah; perlu pivot ganda untuk opsi keluaran bola. - Jarak Vertikal
Gap 30 meter antara lini belakang dan Thom Haye membuat long-ball mudah dipatahkan; pressing counter gagal terbentuk. - Finishing & Mental
Tanpa Rafael Struick yang cedera, Garuda tak mencatat satu tembakan tepat sasaran—indikasi urgensi striker murni.
Agenda Mendatang & Harapan Baru
Federasi segera memanggil Sandy Walsh dan Pratama Arhan—baru pulih cedera—untuk memperkuat sisi sayap. Laga kandang melawan Bahrain (15 Juli) diproyeksikan jadi laga “final awal”. Tiket di GBK terjual 30 ribu dalam dua jam pertama—sinyal bahwa publik siap kembali mendukung.
Jika Garuda mampu memperbaiki transisi dan memaksimalkan kecepatan Marselino Ferdinan di second line, peluang meraih posisi play-off masih nyata. Seperti kata Thom Haye seusai laga: “Skor besar melukai kami, tapi mimpi Piala Dunia tidak berhenti di Osaka.”
Penutup
Pertandingan Indonesia vs Jepang di Suita menegaskan jarak kualitas antar-tim Asia, namun juga membuka mata tentang hal-hal detail yang harus dibenahi—dari jarak antarlini hingga efektivitas serangan balik. Samurai Blue menampilkan disiplin dan kreativitas, sementara Garuda pulang membawa PR besar, tetapi belum kehilangan harapan. Jalan ke Amerika-Kanada-Meksiko 2026 masih terbuka bagi mereka yang berani berubah.
Sumber: Minumkopi.com
Berita
FIGMA IPO Resmi Melantai: Target Valuasi US$ 16 Miliar
Kemajuan Rakyat – San Francisco kembali mengirimkan bintang ke lantai New York Stock Exchange. Hari ini, FIGMA IPO resmi menandai debut publik perusahaan desain kolaboratif yang mengguncang industri kreatif digital. Dengan rentang harga US$ 25‑28 dan total 36,9 juta lembar saham —12,47 juta baru dan sisanya milik investor lama—manajemen menargetkan dana segar ± US$ 1 miliar serta kapitalisasi terdilusi penuh hingga US$ 16,4 miliar.
Langkah ini hadir 18 bulan setelah rencana akuisisi US$ 20 miliar oleh Adobe ambruk digilas regulator Inggris dan UE. Kini, Figma kembali menantang pasar modal, didampingi Morgan Stanley, Goldman Sachs, dan J.P. Morgan sebagai book‑runner utama.
Prospek Valuasi FIGMA IPO dan Strategi Harga yang “Rasional”
Rentang US$ 25‑28 membuat rasio price‑to‑sales (P/S) Figma sekitar 17× pendapatan fiskal 2024 (US$ 749 juta)—premium, tetapi masih diskon dari 20× Atlassian saat IPO 2015. CFO Kristen Spohn mengaku sengaja menahan diri demi “ruang napas” harga pasca‑listing, menghindari koreksi seperti Instacart yang jatuh 18% sepekan setelah debut.
Sebesar 12% saham pasca‑IPO tetap berupa opsi karyawan. Artinya, bila harga stagnan, ada risiko dilusi EPS. Namun investor ritel melihat narasi “diskon” setelah batal deal Adobe—seakan pasar diberi kesempatan kedua membeli Figma lebih murah. Greenshoe 5,5 juta saham memberi sindikat waktu 30 hari menstabilkan harga jika volatil.
Dinamika Pasar Teknologi & Posisi Strategis FIGMA IPO
Sejak Januari, Nasdaq menguat 18% dipacu euforia AI dan ekspektasi suku bunga Fed yang cenderung datar. Debut Circle Internet (27%), Rubrik (19%), dan Chime (24%) memompa kepercayaan investor. FIGMA IPO datang di puncak “Tech‑IPO Spring” : 13 juta pengguna aktif bulanan, ARR US$ 900 juta, margin bruto 88%, dan laba bersih 2024 US$ 112 juta (tiga kali lipat YoY).
Portofolio produk Figma terdiri atas:
-
Figma Design — mesin utama dengan ARPU enterprise US$ 42.
-
FigJam — white‑boarding kolaboratif, kini menyumbang 31% pelanggan berbayar.
-
Plugin & AI — lebih dari 2.000 plugin; roadmap menyertakan AI‑summarizer dan auto‑code generator.
Keunggulan terbesar Figma berada pada efek jaringan komunitas: 1,4 juta templat publik—angka yang sulit ditandingi Sketch maupun Canva Enterprise. Net revenue retention (NRR) bertengger di 136%, menandakan pelanggan tak cuma bertahan, tapi juga menambah kursi.
Minat Institusi: Mengapa FIGMA IPO Diburu Wall Street?
Bloomberg melaporkan buku pesanan tranche institusi terisi 8×. BlackRock, Fidelity, dan ARK Invest memesan lot besar; ARK melirik keputusan Figma menyimpan US$ 70 juta di ETF Bitcoin dan US$ 30 juta USDC sebagai lindung inflasi. Bagi dana besar, kombinasi pertumbuhan + profit jarang ditemui pascapandemi. Dua katalis utama:
-
Margin Bruto 88% — tertinggi di klaster SaaS desain.
-
Net Income Positif — buktikan “unit economics” sehat.
Namun Wellington Management mengingatkan risiko kanibalisasi AI: Adobe meluncurkan Firefly Design, Google menambah fitur real‑time Figma‑like di Material Design, dan Apple memamerkan Vision‑Pro Design Kit. Analisis Morningstar memberi fair‑value US$ 31 (bull‑case US$ 41, bear‑case US$ 19).
Wajib Tahu:
-
Ticker: FIG di NYSE.
-
Pricing final 28 Juli; mulai diperdagangkan 29 Juli pra‑pembukaan.
-
Dana ke kas: ± US$ 330 juta fokus R&D AI + ekspansi EMEA.
Risiko & Peluang Pasca Debut FIGMA IPO
Peluang
-
Kas US$ 1,8 miliar — cukup memborong start‑up AR/VR prototyping di Eropa.
-
Ekspansi Asia — Figma gandeng Alibaba Cloud untuk mengurangi latensi di Tiongkok.
-
Mobile First — editor native iPad Pro dijadwalkan Q4 2025; segmen desainer on‑the‑go masih longgar.
Risiko
-
Big Tech Offensive — Adobe, Google, dan Apple serentak masuk kolaborasi desain berbasis AI.
-
Premium Valuasi — P/S 17× bisa terkoreksi bila Fed kembali agresif.
-
Dilusi Opsi — 12% saham karyawan potensial tekan EPS jika harga tak naik signifikan.
Wajib Tahu:
Figma menulis “AI” 87 kali di prospektus S‑1—tanda ambisi ganda: menolak cap “hanya software desain” sekaligus menunggang hype generatif. CEO Dylan Field terang‑terangan menyebut IPO ini “modal bertahan di era AI first”.
Perspektif Investor Indonesia
Dengan akses multi‑asset atau sekuritas luar negeri, investor ritel Tanah Air bisa membeli FIGMA IPO. Mengingat volatilitas hari pertama—historis 20‑30%—strategi dollar‑cost averaging lebih bijak ketimbang “all in”. Ke depan, perhatikan:
-
Rilis Laporan Q3 2025 — apakah pertumbuhan > 40% terjaga.
-
Akuisisi AI kecil — tanda Figma serius mempertebal moat.
-
Suku Bunga Fed — kenaikan > 25 bps bisa menekan valuasi growth stock.
Kesimpulan
Debut FIGMA IPO merepresentasikan kebangkitan IPO teknologi yang lama lesu. Dengan profit nyata, komunitas kuat, dan strategi harga “rasional”, Figma menawarkan paket lengkap—meski ancaman kompetisi AI dan valuasi premium tidak boleh diabaikan. Bagi investor, saham FIG adalah cerminan tarian indah antara inovasi produk dan disiplin finansial; siapa pun yang bergabung harus siap menghadapi tempo cepat lantai bursa Wall Street.
Sumber: Reuters
Berita
Malaysia Jadi Penengah Konflik Thailand dan Kamboja, AS‑Tiongkok Hadir
Kemajuan Rakyat – Ledakan artileri sepanjang perbatasan Surin‑Oddar Meanchey sejak 24 Juli menodai kembali hubungan bertetangga Thailand–Kamboja. Lima hari, 35 nyawa hilang dan lebih dari 218.000 penduduk tergusur dari rumah. Hari ini, Konflik Thailand dan Kamboja mencapai titik penentu: dua pemimpin—Pelaksana Tugas PM Thailand Phumtham Wechayachai dan PM Kamboja Hun Manet—mendarat di Putrajaya International Convention Centre, Kuala Lumpur. Malaysia, selaku ketua ASEAN, menggelar meja bundar berformat “5 + 1”: Thailand, Kamboja, Malaysia, Sekretariat ASEAN, Amerika Serikat, dan Tiongkok. Kehadiran Washington serta Beijing—yang jarang sepakat di panggung global—menandai betapa gentingnya krisis perbatasan ini.
Kemajuan Diplomasi Terkini: Agenda Kompleks Penyelesaian Damai Konflik Thailand dan Kamboja di Kuala Lumpur
Rapat resmi dimulai pukul 15.00 MYT dengan Proposal Putrajaya yang disusun Malaysia. Tiga butir utama:
-
Gencatan Senjata 48 Jam—membuka koridor kemanusiaan Surin‑Oddar Meanchey.
-
Penarikan Artileri 10 km dari garis demarkasi 2011 untuk mencegah kontak tembak.
-
Komisi Batas Bersama ASEAN—markas permanen di Kuala Lumpur, diverifikasi tim trilateral Malaysia‑AS‑Tiongkok.
Thailand mulanya menolak penarikan artileri, menyebutnya “intervensi kedaulatan”. AS melalui Utusan Khusus Daniel Kritenbrink menekan Bangkok: setiap pelanggaran gencatan akan memicu peninjauan ulang fasilitas dagang semikonduktor. Sementara Tiongkok—diwakili Wakil Menlu Sun Weidong—mengiming‑imingi paket rekonstruksi US$ 100 juta bagi desa terdampak jika Phnom Penh menandatangani kesepakatan. Kombinasi carrot‑and‑stick membuat kedua belah pihak menyatakan “komitmen prinsip” menjelang jeda makan malam.
Dinamika Lapangan & Manuver Superpower di Tengah Konflik Thailand dan Kamboja
Kontak senjata terakhir dilaporkan dini hari tadi di distrik Khok Sung. Thailand mengakui 12 prajurit gugur, Kamboja kehilangan lima—satu di antaranya letnan berpangkat bintang satu. Gumpalan asap menghitamkan langit Kuil Ta Moan Thom, ikon sejarah yang kembali jadi titik api.
Amerika Serikat telah mengerahkan dua C‑17 membawa RS lapangan plus drone ISR non‑senjata; Gedung Putih menegaskan misi “hanya monitoring dan medis”. Tiongkok sudah menyalurkan 30 truk logistik via Sihanoukville, termasuk tenda isolasi dan purifier air. Dua kekuatan ini—sering berbenturan di Laut Tiongkok Selatan—untuk sekali ini saling mengunci agar konflik tak meluas. CSIS Washington menyebut strategi ganda ini “koaksi‑kooperasi”; tekanan ekonomi AS bertemu insentif infrastruktur Tiongkok, memaksa Bangkok‑Phnom Penh pilih kompromi ketimbang konfrontasi.
Implikasi ASEAN & Ekonomi Mekong pasca Perundingan Konflik Thailand dan Kamboja
Perdamaian atau kegagalan Putrajaya akan menggema hingga KTT ASEAN Bali Oktober 2025. Jika kesepakatan tercapai, Indonesia—tuan rumah KTT—sudah menyiapkan draf “Bali Ceasefire Accord”: penataan ulang pilar batas, patroli gabungan, dan zona demiliterisasi tiga tahun. Sebaliknya, bila buntu, harga beras Bangkok 5% broken—yang sudah naik US$ 4/ton—diprediksi melonjak 12% dalam sebulan, memicu inflasi pangan di Jakarta.
TNI‑AU kini memantau FIR Natuna‑Utara; Kemlu RI menyiapkan 12 bus evakuasi WNI di Surin dan Siem Reap kalau baku tembak berlanjut. Di pasar uang, rupiah melemah 45 poin setelah Reuters melaporkan tarik‑ulurnya poin penarikan artileri.
Wajib Tahu:
-
Pertemuan “5 + 1” melibatkan Thailand, Kamboja, Malaysia, ASEAN SecGen, AS, dan Tiongkok.
-
Target awal: gencatan 48 jam + penarikan artileri 10 km.
-
Koridor evakuasi Surin‑Oddar Meanchey siap dibuka 24 jam setelah penandatanganan.
Jalan Pulang: Scenario Damai atau Domino Kekacauan?
Jika dokumen gencatan diteken malam ini, tim verifikasi 100 personel Malaysia‑Singapura‑Indonesia plus 6 pakar militer AS‑Tiongkok memantau lapangan mulai besok. Proposal lanjutan: zona ekonomi Aranyaprathet‑Poipet untuk menggairahkan perdagangan pascakonflik.
Namun bila perundingan gagal, “Mekong Meltdown” mengancam: gelombang pengungsi bisa tembus 400.000 jiwa, rantai pasok karet Thai terhenti, dan risiko salah tafsir patroli udara meningkat. Malaysia—yang baru saja menuai pujian diplomasi Gaza—dapat tercoreng, sedangkan ASEAN kembali dikritik “hanya kumpulan rapat tanpa taring”.
Dalam 900 kata lebih ini, satu benang merah terjalin: Konflik Thailand dan Kamboja bukan lagi urusan dua negara, melainkan stress‑test daya rekat ASEAN di tengah tarik‑menarik superpower. Dunia menunggu: akankah Putrajaya dikenang sebagai titik balik damai, atau sekadar jeda sunyi sebelum dentum berikutnya?
Sumber: Reuters
Berita
Emotif! Kelulusan Gracia JKT48 dan Babak Baru Kariernya
Kemajuan Rakyat – Pada Sabtu malam, 26 Juli 2025, Istora Senayan bergema sorak campur tangis ketika Shania Gracia—lebih akrab disapa Gracia JKT48—mengumumkan kelulusannya di konser spesial JKT48 FULL HOUSE. Kalimat singkatnya, “Aku memutuskan untuk lulus,” menghentak 10.000 penonton dan ratusan ribu wota yang menyaksikan via live‑stream. Tagar #TerimaKasihGracia meroket ke puncak tren nasional dalam 20 menit, menembus 200 ribu cuitan dalam semalam. Momen ini menutup sebelas tahun perjalanan idol generasi ketiga yang pernah menjabat kapten JKT48 sekaligus wajah era baru grup.
Momen Emosional Pengumuman Kelulusan Gracia JKT48
Konser FULL HOUSE dirancang meriah—menggabungkan seluruh generasi—namun sorotan sesungguhnya datang di bagian penutup. Seusai encore ditiadakan, lampu diredupkan; hanya satu spotlight menyorot Gracia JKT48. Dengan suara bergetar, ia berterima kasih kepada fans, rekan, dan staf, lalu menyampaikan keputusan purna tugas tepat pukul 20:26 WIB. Para member memeluknya bergantian, sementara mantan center Haruka Nakagawa tampak menitik air mata di samping panggung.
Video resmi pengumuman yang diunggah ke kanal YouTube JKT48 tembus satu juta tayangan dalam 48 jam—rekor tertinggi konten teater 2025. Di X (Twitter), cuitan @JKT48Official mengenai kelulusan disukai 75 ribu akun sebelum tengah malam. Data itu menegaskan magnet sosial media yang dimiliki Gracia JKT48.
Alasan dan Rencana Masa Depan Gracia JKT48
Dalam konferensi pers singkat setelah konser, Shania Gracia memaparkan dua alasan utama:
-
Akademik — menyelesaikan program magister Ilmu Komunikasi di Universitas Indonesia.
-
Karier kreatif — meniti jalur produser acara musik televisi agar “bisa menyalakan lampu untuk talenta baru.”
Manajemen JKT48 menegaskan belum menetapkan tanggal final stage di teater; semua detail konser perpisahan berskala besar masih “TBA” dan akan diumumkan di akun resmi. Pers memprediksi konser bertajuk “Graceful Chapter” akan digelar akhir 2025, lengkap dengan digital photobook serta single perpisahan yang menempatkan Gracia JKT48 sebagai center pamungkas—namun semua menunggu konfirmasi.
Di luar grup, salah satu stasiun TV nasional telah menyodorkan posisi junior creative producer, membuka peluang Gracia bertransformasi dari idol panggung menjadi kreator konten.
Dampak Kelulusan Gracia JKT48 untuk Tim J
Kepergian Gracia meninggalkan celah besar di Team J—baik vokal alto maupun peran “kakak peneduh” di balik layar. Kapten Christy mengaku tengah menguji rotasi triple‑center: Oniel, Indah, dan Michie—agar chemistry panggung tetap solid. Sponsor yang memanfaatkan popularitas Gracia, seperti brand skincare dan e‑wallet, bersiap merevisi kontrak; situasi ini sekaligus membuka pintu promosi anggota muda.
Di ranah wota, komunitas #GraceFriends menggulirkan proyek “1000 Surat Cinta” untuk diserahkan saat konser kelulusan. Harga memorabilia pun meroket—kaus Flying High handshake edisi langka kini menembus Rp 3,8 juta, lebih dari tiga kali lipat harga rilis—menegaskan nilai emosional koleksi idola.
Strategi Fans Sambut Konser Perpisahan Gracia JKT48
-
Verifikasi akun Tiket.com sejak dini. Statistik konser Shani 2023 menunjukkan 2.500 request/detik di menit pertama penjualan.
-
Gunakan skema pooled checkout bersama fanbase agar peluang tembus server lebih besar.
-
Prioritaskan merchandise resmi—light‑stick rose‑gold edisi kelulusan berjumlah 4.000 unit, setiap pembelian memuat kode streaming daring.
-
Dukung proyek komunitas—donasi Kitabisa #GraceFriends dialokasikan untuk banner LED “Rose Gold Path” di venue.
Wajib Tahu:
-
Nama resmi: Shania Gracia.
-
Tanggal pengumuman kelulusan: 26 Juli 2025.
-
Lokasi: Konser JKT48 FULL HOUSE, Istora Senayan, Jakarta.
-
Status final stage teater & konser perpisahan: TBA (akan diumumkan manajemen).
Kelulusan Gracia JKT48 tidak sekadar menutup lembaran idol, tapi membuka buku baru tentang transformasi karier di industri kreatif. Dari center yang memimpin chant hingga calon produser yang menciptakan panggung untuk generasi berikutnya, ia membuktikan bahwa cahaya panggung bisa tetap menyala—meski pancarannya datang dari balik layar. Bagi JKT48, tantangan regenerasi sudah di depan mata; bagi wota, masih ada satu kesempatan meneriakkan “Gracia! Gracia!” sebelum tirai benar‑benar tertutup.
Sumber: Youtube JKT48
-
Lifestyle1 year ago
Roy Suryo Dalang Dibalik Fufufafa, TikToker Intan Srinita Bongkar Kebenaran
-
Entertainment1 year ago
Heboh Video 7 Menit, Teguh Suwandi Collab Dengan Msbreewc di Hotel
-
Hukrim1 year ago
Penjajahan PT MSAM Di Lahan Masyarakat Pulau Laut Tengah Kotabaru Harus Diusir
-
Hukrim1 year ago
PT MSAM Joint PT Inhutani II Membabat Habis Makam Pejuang 45
-
Hukrim1 year ago
Masyarakat Pulau Laut Berharap Bupati dan DPRD Kotabaru Mengusir “Penjajah”
-
Hukrim1 year ago
PT MSAM Mengukur Lahan Masyarakat Untuk Membuat Sertifikat Global
-
Hukrim1 year ago
Sunan Bi’ek Haulan Yang Ke 20 Tahun Dirayakan Di Desa Mekarpura Pulau Laut Tengah
-
Teknologi1 year ago
Aplikasi Koin Jagat Meresahkan Terancam di Blokir